Berita

Indonesian Day – 4 Desember 2010

Tuesday, December 7, 2010


Tanggal 4 Desember 2010, acara Indonesian Day – yang mengusung tema Java Island and its surrounding, sukses digelar. Seluruh rangkaian acara dipersembahkan satu persatu. Walaupun cuaca sangat buruk, hujan salju dan angin yang cukup kencang tidak menyurutkan panitia dan pengunjung untuk datang dan meramaikan acara.

Jam 1 siang, seluruh perlengkapan acara telah siap. panggung sudah didekor, Booth dan stand2 sudah disediakan. Di bagian Photo Gallery, terpampang foto2 daerah2 di Indonesia setelah bencana, seperti Merapi, Wasior dan Mentawai. Pengunjung juga dapat berfoto di stand photo booth, dengan dekorasi khas Indonesia. Tiga (3) food stand juga sudah siap untuk memanjakan perut dengan berbagai makanan khas Indonesia. Stand Hanacaraka pun sudah siap untuk menampung pengunjung yang ingin menuliskan namanya dalam aksara Jawa.

Acara demi acara disuguhkan dalam seluruh rangkaian waktu 4 jam. Dimulai dari pertunjukan angklung yang membawakan lagu daerah ‘Manuk Dadali’ dan lagu barat ‘Hey Soul Sister’ untuk memberikan pandangan kepada pengunjung bahwa alat musik tradisional Indonesia juga bisa digunakan untuk lagu jenis apa saja. Dilanjutkan dengan pembacaan puisi, “Kembalikan Indonesia Padaku” Karya Taufiq Ismail, serta 2 jenis tarian, yaitu Tari Pendet dan tari Cendrawasih.

Break time adalah waktu untuk memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk mencicipi makanan, melihat stand foto, berfoto di photo booth ataupun menulis nama dengan aksara Jawa : Hanacaraka. Saat break pun, pengunjung masih disuguhi oleh musik performance yang dibawakan oleh PPIE Music Club. Setelah break, acara dilanjutkan kembali dengan suguhan fashion show dari 4 daerah, yaitu Sumatra Barat, Jawa Tengah, Lampung dan Kalimantan Barat. Yang juga memberikan kesempatan kepada pengunjung (internasional) untuk mencoba pakaian adat tersebut dan berfoto bersama di photo booth.

Acara belum selesai, workshop cara membuat ketupat digelar. Walaupun disini tidak bisa mendapatkan daun kelapa, pita warna warni digunakan sebagai bahan penggantinya. Pengunjung juga mengikuti lomba untuk membuat ketupat setelah sebelumnya diberikan arahan dari panitia, tidak lupa souvenir khas Indonesia diberikan kepada pemenang.

Tidak terasa, acara demi acara telah digelar, waktunya penutupan dari seluruh rangkaian acara yaitu menari bersama-sama “Poco-Poco”. dengan dipandu MC yang juga jagoan dalam menari Poco-Poco. Penutupan acara berlangsung dengan meriah, karena seluruh peserta ikut menari dan memeriahkan acara.

Berbagai foto dibawah mungkin dapat menggambarkan kemeriahan acara. Sampai bertemu di acara PPIE selanjutnya. (EAM)

Photos : Thanks to Moh. Farid Zeno & Ardi Andono

Tags: , , , ,

Bookmark and Share

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

*
*